Praktek aborsi yang dilakukan oleh para remaja akibat pergaulan bebas memang semakin marak terjadi dengan jaman yang kian berkembang. Aborsi sendiri merupakan cara medis untuk mengakhiri kehamilan seseorang dengan cara mengeluarkan embrio dari dalam rahim.

Pratek aborsi ini sendiri merupakan tindakan ilegal bukan hanya di Indonesia saja, melainkan seluruh dunia juga mengecam tindakan ini. Ketika seseorang melakukan aborsi, maka efek yang diterima oleh tubuh adalah kran, pendarahan vagina dari ringan hingga berat, mual payudara sakit hingga kelelahan.

Selain itu, ada juga beberapa dampak buruk dari sisi kesehatan yang akan dialami oleh si wanita. Bahkan aborsi melalui tenaga ahli medis profesional sekalipun bisa memberikan dampak buruk berikut ini.

Depresi

Salah satu dampak buruk yang akan langsung diterima oleh wanita yang melakukan aborsi tentunya adalah pengingkatan rasa perasaan cemas hingga menimbulkan depresi. Hal ini tergolong wajar mengingat perasaan bersalah yang amat besar akan langsung masuk kedalam pikiran si wanita pasca-aborsi.

Nyeri Luar Biasa

Saat seseorang sedang hamil, embrio yang tengah berkembang tentu akan membuat rahim membesar dan ketika melakukan aborsi, rahim akan kembali ke ukuran normal dan tentunya memberikan rasa kram yang amat menyakitkan kepada wanita. Bahkan tidak sedikit wanita melakukan aborsi biasanya akan mendapatkan rasa nyeri luar biasa di hari ketiga atau hari keempat pasca melakukan aborsi.

Pendarahan Berat

Wanita yang melakukan aborsi boasanya akan mengalami pendarahan ringan hingga pendarahan berat dari keputihan kecoklatan sampai gumpalan darah. Bahkan pendarahan berat yang dialami bisa berlangsung hingga 3-4 minggu lamanya.

Pada beberapa kasus, bahkan ada yang harus menggantikan pembalut mereka setiap 2 atau 3 jam sekali yang disertai dengan rasa pusing. Reaksi ini tentu bukanlah hal yang normal dan kamu wajib langsung konsultasikan ke dokter terkait kondisi tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *